Pada suatu hari seekor bangau berjalan dengan langkah yang anggun dan elok di sepanjang sungai kecil, matanya menatap ke air sungan yang jernih, dengan lehernya yang panjang siap menangkap ikan sebagai santapannya di pagi hari. Pada saat itu, sungai yang jernih itu dipenuhi dengan ikan-ikan yang berenang, tetapi sang bangau merasa sedikit angkuh di pagi hari ittu.
"Saya tidak mau memakan ikan-ikan yang kecil," kata bangau. “ikan-ikan kecil itu tidak pantas dimakan oleh saya.”
Seekor ikan yang sedikit besar lewat didekatnya.
"Tidak-tidak," kata bangau. “Saya tidak mau merepotkan diri saya untuk membuka paruh dan memakan ikan sebesar itu.”
Matahari pun mulai meninggi, hari semakin siang dan ikan-ikan kecil itu pun berenang ke tengah sungai yang lebih dalam dan dingin.
"Dimana ikan-ikan tadi," kata bangau. “Kenapa ikan-ikan itu pindah kesana (ke tengah sungai)?”
Seekor katak pun lewat dan berkata, “dasar bangau angkuh kau tadi tidak mau memakan ikan-ikan kecil itu dan maunya memakan ikan yang lebih besar, tetapi ikan besar lewat di depanmu kau pun tak makan juga.”
Bangau pun berkata, “aku tak mau merepotkan diriku sendiri dengan membuka paruhku untuk memakan ikan besar itu.”
"Dasar bangau angkuh dan sombong." Kata katak.
Sang bangau yang tidak melihat ikan lagi terpaksa harus puas memakan siput-siput kecil yang di pinggiran sungai.
Jadi pembelajaran yang dapat kita ambil teladan dari dongeng burung bangau yang angkuh ini adalah
Hikmah:
“Jangan bersikap angkuh dan menolak sesuatu yang kecil, karena bisa saja kamu tidak bisa mendapatkan apa-apa karena keangkuhanmu.”
(Sumber: destinationofbanyuwangi.blogspot.com)