Kisah Kerbau, Buaya, dan Kancil

Pada suatu hari di tepi sungai yang lebar, seekor kerbau sedang mencari makan. Ia menikmati rerumputan hijau di tepi sungai ketika tiba-tiba terdengar suara buaya yang merintih kesakitan.

"Tolong... tolong aku...!" rintih si buaya yang terjepit di antara batang kayu besar.

Kerbau yang baik hati merasa kasihan. Ia mendekat dan bertanya, “Apa yang terjadi padamu, Buaya?”

Buaya menjawab, “Aku terjebak di sini sejak tadi pagi. Tolong bantu aku keluar, aku berjanji tidak akan mencelakaimu!”

Kerbau yang polos percaya pada buaya. Dengan tanduk dan kekuatannya, ia mendorong batang kayu hingga buaya berhasil keluar.

Namun, begitu buaya terbebas, matanya bersinar penuh kelicikan. “Terima kasih, Kerbau. Sekarang, aku lapar dan kau akan menjadi makananku!”

Kerbau terkejut dan berkata, “Tapi tadi kau berjanji tidak akan mencelakaiku!”

Buaya hanya tertawa, “Janji? Di dunia ini yang kuat memangsa yang lemah!”

Saat buaya hendak menerkam kerbau, datanglah kancil yang cerdik. Ia melihat situasi itu dan mendekati mereka.

"Ada apa ini?" tanya Kancil pura-pura tidak tahu.

Kerbau menjelaskan semuanya, dan buaya membenarkan dengan sombong.

Kancil menggeleng-gelengkan kepalanya, “Aku tidak percaya! Buaya mana mungkin bisa terjebak oleh kayu sekecil itu? Aku ingin melihat ulang bagaimana kau terjebak tadi!”

Buaya yang sombong ingin membuktikan ucapannya. Ia pun masuk kembali ke tempatnya semula dan membiarkan kancil meletakkan batang kayu seperti semula.

Begitu buaya kembali terjebak, Kancil tertawa, “Nah, sekarang kau kembali seperti semula! Kerbau, ayo kita pergi sebelum dia menipumu lagi!”

Kerbau pun bersyukur dan segera pergi bersama Kancil. Sementara itu, buaya yang terjebak kembali hanya bisa menggeram kesal.

Sejak saat itu, kerbau pun belajar untuk lebih berhati-hati dalam menolong orang lain. Kebaikan itu penting, tapi harus disertai dengan kebijaksanaan!

by karya yudi official 41x view